Beralamatkan di Jl.Syakhyakirti, Kel. Karanganyar, Kec.
Gandus, Palembang.
Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya atau sebelumnya dikenal dengan nama Situs Karanganyar adalah taman purbakala bekas kawasan permukiman dan taman yang dikaitkan dengan kerajaan Sriwijaya yang terletak tepi utara Sungai Musi di kota Palembang, Sumatera Selatan. Di kawasan ini ditemukan jaringan kanal, parit dan kolam yang disusun rapi dan teratur yang memastikan bahwa kawasan ini adalah buatan manusia, sehingga dipercaya bahwa pusat kerajaan Sriwijaya di Palembang terletak di situs ini. Di kawasan ini ditemukan banyak peninggalan purbakala yang menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat permukiman dan pusat aktivitas manusia.
(Sumber : Wikipedia)
Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya atau sebelumnya dikenal dengan nama Situs Karanganyar adalah taman purbakala bekas kawasan permukiman dan taman yang dikaitkan dengan kerajaan Sriwijaya yang terletak tepi utara Sungai Musi di kota Palembang, Sumatera Selatan. Di kawasan ini ditemukan jaringan kanal, parit dan kolam yang disusun rapi dan teratur yang memastikan bahwa kawasan ini adalah buatan manusia, sehingga dipercaya bahwa pusat kerajaan Sriwijaya di Palembang terletak di situs ini. Di kawasan ini ditemukan banyak peninggalan purbakala yang menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat permukiman dan pusat aktivitas manusia.
(Sumber : Wikipedia)
Tepatnya sekitar 8km lebih sedikit dari markas besar PII
Sumsel dimana tempat kita biasa nongki cerdas hahahah
Oke gue mau sedikit nge-review ini tempat. Yah, meski
terkesan amatiran tapi gak apalah ya. Karena gue juga nulis ya suka-suka gue,
blog gue juga wkwk (ngajak berantem)
Oke ketika lo masuk ini tempat ,lo disambut dengan sebuah
gapura besar yang gak sempet gue foto
dan ketika masuk di sebelah kiri lo akan ada tugu kapal cheng ho yang tentunya
gue gak sempat foto juga. Kenapa? Karena emang gue nulis ini berdasarkan
keisengan belaka dan ga ada niat diawal dateng kesini sengaja buat review
tempat. Huahahaha bener-bener mau refresh fikirian dan iya gue berhasil hhe
Masuk di gerbang kedua kamu akan di hadang oleh petugas
tiket. Ya elah serem ya kalo bahasanya dihadang
wkwk kamu akan ditunggu sama sang pemberi tiket,, bukan pemberi harapan
palsu. Harga tiket masuk hanya 3000 rupiah per orang dan 1500 untuk sepeda
motor. Gaktau deh kalo mobil, soalnya aku gak bawa mobil.
Jalan lagi sekitar 100m lebih kali ya, aku gak ukur seberapa
jauh karena gak bawa meteran akan ada sebuah balai and you know banyak jajajan
. Surga nya para perempuan hihiw makan teruuus. Tapi inget, kita kesini bukan
untuk makan :v
Kita lanjut jalan karena tujuan utama kita itu ke tamannya.
Bukan mau wisata sejarahnya. Soalnya tadi pas masuk di gerbang kedua itu ada
museum.
Lanjut ya. Tadi sampe mana? Oh iya balai. Dari balai menuju
tujuan utama ada sebuah jembatan syantik yang mengbungkan kedua tempat yang
terpisahkan oleh sungai ini. Ntah sungai alami atau buatan. Tapi menurut sumber
yang pernah gue dapet itu adalah sungai alami yang merupakan pertemuan sungai
Musi dengan sungai Ogan dan Kramasan.
Nih nih penampakannya...
Lanjut, kita berempat menyebrangi sungai lewati lembah, eh
bukan. Menyebrangi sungai via jembatan merah yang gak begitu megah tapi indah
(katanya). Inilah destinasi utama para pengunjung kalo kesini. Spot buat
fotonya banyak, ada ayunan, tempat dudukan, tepian air, bunga-bunga taman, dll.
Yang instagramable dijamin bakalan banyak postingan baru karena tiap spotnya
kalo nge-foto dengan angle yang pas itu akan keren banget. Tapi ya berhubung
kita bukan anak yg hits-hits banget, ya kita menikmati alamnya ajah (sok-sok’an)hahahah.
Ini dia hasilnya....
| Spot Dudukan Kece (namain sendiri) ^^ |
| Taman.... Mantan? wkwk |
![]() |
| Formasi Lengkap |
Oke teman-teman, maapkan reviewnya yang sangat sederhana ini
karena murni suka-suka. See you di postingan selanjutnya yang entah kapan :v




Tidak ada komentar:
Posting Komentar