Minggu, 11 Maret 2012

Naskah Drama | KETIKA UANG JADI MASALAH

 
-->
 Di sebuah sekolah, terdapat sebuah genk yang bernama…
The Elite          : “The Elite”
…yang diketuai oleh …
Naomi             : “Naomi”
…dengan para anggotanya…
Anita               : “Anita”
Laura                : “Laura”
…dan….
Risa                  : “Risa”

…Ini kisah mereka…
Naomi             : “Hey, kami…”
The Elite          : “The Elite”
Laura                : “Kita kemana-mana selalu bareng”
Risa                  : “Dari makan….”
Anita               : “bahkan shopping pun bareng”
Naomi             : “Ya inilah kami. Apa mottonya ??”
The Elite          : “Gak ada kamus kere, karena kita elite! Selalu saling bantu meski harus ngeluarin banyak duit.
Laura                : “Eh, gajadi deh!”
Risa                  : “Kenapa??”
Naomi             : “Rugi Tau !!”

…hahahaha
Ya itulah the Elite. Kumpulan dari remaja-remaja kaya yang suka menghambur-hamburkan uang.
Namun, suatu ketika…

Tett…Teettt…Teettt….
Bel tanda istirahat berbunyi.
Bu Guru           : “Baik ibu akhiri pelajaran hari ini. Wassalamu’alaikum wr.wb. Oh iya Anita, ikut ibu ke kantor.”
Anita               : *cemas* “Baik bu”

…Anita ke kantor…
Laura                : “Eh, Anita kenapa tuh ?”
Naomi             : “Ah paling masalah nilai”
Risa                  : “Ga mungkin ah. Nilai rata-rata Anita aja paling tinggi di kelas ini. Terutama pelajaran itu tuh.”
Laura                : “iya bener. Anita kan jago banget computer.”
Naomi             : “Halah, ngapain repot-repot mikirin tu anak. Palingan kalo punya masalah dia cerita” (beranjak keluar kelas)
Laura                : “iya bener.”
Risa                  : “Ih Laura, ngomongnya iya bener-iya bener mulu. Kaya boneka difilm Screamer tau ga!”
Laura                : “haha apaan sih lo !” (keluar kelas bersama Risa)

…Di Kantor…
Guru                : “Anita, duduk sini.”
Anita               : “ya, bu.”
Guru                : “Kamu sudah tau apa maksud ibu memanggil kamu?”
Anita               : “Maaf bu, saya tidak tahu.”
Guru                : “Apa kamu merasa melakukan kesalahan?”
Anita               : “berupa tindakan bu ? Saya rasa tidak”
Guru                : “masalah ? Apa kamu menyadarinya?”
Anita               : “Dengan sekolah? Ya bu, saya menyadari kalau saya belum melunasi uang SPP selama 3 bulan.”
Guru                : “Kenapa kamu belum melunasinya juga? Orang tua kamu ada masalah ?”
Anita               : “Maaf bu, keadaan ekonomi keluarga saya sedak tidak baik. 3 perusahaan terbesarnya pailit. Kini orang tua saya juga harus membayar denda-denda, namun hingga saat ini belum juga terbayarkan bu. “
Guru                : “ibu tidak mau tau alas an kamu. Mau tidak mau kamu harus di skors. Kamu baru diperbolehkan masuk, jika kamu sudah melunasinya. Ibu beri waktu 2 minggu. Kalau belum juga kamu bayar, sebaiknya kamu cari sekolah lain saja.” (beranjak dari tempat duduk)
Anita               : “Tapi bu…”
Guru                : “Tidak ada tapi-tapian. Ini sudah keputusan dari pihak sekolah. Maaf, ibu tidak bias membantu Anita.” (berdiri membelakangi Anita)
Anita               : “Baik bu. Permisi.” (keluar kantor)

Anita keluar dari kantor dengan perasaan teramat sedih. Ia langsung menuju ke kelas.

…di kantin…
Naomi             : “Mana nih Anita ! Lama banget !!” (turun dari meja)
Laura                : “Lagi ngobrol kali sama bu Eka.”
Risa                  : “Iya, banyak masalah kali dianya, Nao.”
Naomi             : “Ah…  masalah apaan lagi sih! Nunggak bayaran sekolah? Ga mungkin kan ?”
Risa                  : “Iya, mana mungkin ! Secara kan kita…”
Laura                : (memotong) “The Elite, ga ada kamus kere karena kita Elite !”
Risa                  : “Laura ih”
Laura                : “hahaha”
Naomi             : “Nah itu dia, aku penasaran nih. Mendingan kita balik ke kelas deh, nyari tu anak.”
Risa & Laura     : “Yaudah ayoo.”

Naomi , Risa, dan Laura kemudian bergegas ke kelas.

…di kelas…
Risa                  : “Hey…Kenapa ga ke kantin ?” (menepuk bahu Anita)
Anita               : “Hmmm ga apa-apa.”
Laura                : “Besok sore kita shopping yook. Ada diskon gede-gedean katanya.”
Risa                  : “Laura ! Diskon mulu yang dipikirin. Anita belum jawab nih.”
Laura                : “Biarin ! :p”
Anita               : “Kalian aja ya yg pergi. Aku ga bisa ikut.”
Naomi             : “Kamu kenapa sih Anita ? Masalah apa sama bu Eka ?”
Anita               : “Enggak ada masalah apa-apa kok
J Tadi Cuma disuruh bantuin sedikit kerjaannya bu Eka J
Naomi             : “Yakin…”
Anita               : (menghela napas) “iya”
Risa                  : “Kalau ada masalah cerita ke kita ya..”
Laura                : “iya ga usah ditutup-tutupin. Kita ini kan temen.”

Anita hanya bisa tersenyum.

Keesokan harinya Anita tidak masuk sekolah karena ia sedang menjalani masa skorsing.
…bel tanda pulang berbunyi….
Laura                : “Eh, Anita kanapa ga masuk ya? Dia cerita sesuatu ga ke kalian?”
Risa                  : “Enggak tuh. Anita ga cerita apa-apa, kenapa ya dia ga masuk ?”
Naomi             : “kenapa ga kalian sms aja coba ? temennya kan?”
Laura & Risa     : “Jadi??? Kamu apanya ?”
Naomi             : “Ya udah sms gih.”

Risa sms Anita “Nit, kenapa ga masuk?”
Balasan dari Anita “Bisa kita ketemu sore ini? Taman deket sekolah ya, jam 3. Ajak anak-anak.”

Naomi             : “Apa katanya ?”
Risa                  : “Dia nyuruh kita untuk ke taman deket sekolah sore ini jam 3.”
Laura                : “mau ngapain ?”
Risa                  : “Entahlah”
Naomi             : “ya udah ntah kita samperin aja”

…di taman tampak seorang gadis duduk di bangku taman. Siapa dia ? jeng…jeng…jeng… yaaappp Anita.
Risa                  : “Ada apa nit?”
Naomi             : “kamu ada masalah?”
Anita               : “Gue mau keluar dari The Elite”
Naomi             : “Kenapa? Udah miskin lo!”
Laura                : “Naomi!”
Anita               : “Iya. Gue di skorsing 2 minggu karena uang sekolah udah nunggak 3 bulan. Itulah sebabnya gue gak masuk tadi.”
Naomi             : “Pantes lo nolak di ajak shopping!”
Laura & Risa     : “Naomi !!”
Anita               : “Naomi benar. Gue udah ga sekaya dulu lagi. Bokap gue bangkrut. Jadi kalian ga udah nahan-nahan gue lagi.”
Naomi             : “nah, dengerin tuh. Oke guys, secara resmi Anita Putri Aprilia keluar dari The Elite. Sekarang dia bukan lagi bagian dari The Elite.”
Risa                  : “Tapi Nao!”
Naomi             : “Alahh, ga ada tapi-tapian. Ga inget sama motto kita? Apa mau keluar juga lo !”
Laura                : “ga ada kamus kere karena kita elite !!”
Risa                  : “Laura !!”
Laura                : “ups maaf”
Naomi             : “halah, dia kan udah miskin. Ga cocok lagi ikutan genk kita.”
Anita               : “Iya, semua yang dibilang Naomi itu bener kok. Mana pantes orang miskin kaya aku ikutan genk borju kaya kalin.”
Naomi             : “denger tuh.”
Laura                : “tapi kan…”
Anita               : “Maaf aku harus segera pulang.”
Risa                  : “Nitaaa….anita….”
Laura                : “Jangan tinggalin kami lahh.”
Naomi             : “Udahla ga usah ditahan-tahan lagi. Toh, dia emang lebih memilih pergi.”
…Keesokan harinya…
Tanpa sepengetahuan Naomi, Laura & Risa merencanakan sesuatu. Rencana apa yang mereka buat ?
Laura & Risa     : “kami mau pergi ke rumah Anita. Sssst awas Naomi. Jangan sampai dia tau.”
…Di depan rumah Anita….
Laura & Risa     : “Anita…”
Anita               : “iya”
Laura                : “Ada yang baru nih”
Anita               : “untuk apa kalian ke sini? Ke gubuk reotku ini. Nanti badan kalian gatal. Pergilah !!”
Risa                  : “Aniitaa… percayalah. Kami dating untuk berteman dengan mu. Kami tidak seperti Naomi. Kami tidak selalu mengutamakan uang Nit.”
Laura                : “Iya, Nit. The Elite Bubar. Naomi membentuk genk baru tanpa kami. Tolonglah, izinkan kamu masuk.”
Anita               : (membuka pintu) The Elite bubar? Kenapa? Masuklah.”
Risa                  : “Kami mengundurkan diri.”
Anita               : “lalu?”
laura                : “Naomi tak suka jika kami memihak kepadamu.”
Risa                  : “setelah kejadian kemarin kami bertengkar hebat di taman.”
laura                : “Percayalah Anita… tanpamu kami galau. Makanya kami meninggalkannya” (hahah)
Anita               : “Kenapa kalian meninggalkannya? Teman macam apa kalian?”
Laura                : “Kami teman yang baik. Kami lebih memilih kamu, karena kami tau, itu merupakan kepusan yang benar. Hahha”
Risa                  : “Iya… Bagaimana kalau kita buat genk baru!”
Anita               : “Genk baru… Apa?”
Laura                : “Kami udah siapi kok namanya. Apaan sa?”
Risa                  : “Simple Girl ! Gimana ? “
Anita               : “hah?”
Risa                  : “Dan kamu kita tunjuk jadi ketua.”
Anita               : “Apa? Hmmm..”
Laura                : (memotong) “udahlah ga usah banyak mikir. Pokoknya harus setuju.”
Anita               : “oke deh”
Bagaimana dengan Naomi?
Laura                : “Ah ga usah dipikirin”
Dan kini….
Simple Girl       : “ Simple Girl lah yang ada”
Yaaa… genk tanpa adanya tekanan ekonomi. Namun tahukah kalian?? Lambat laun Simple Girl akhirnya exis. Naomi mulai tau akan eksistensi genknya Anita. Ia juga menyadari akan kesalahannya. Naomi pun meminta maaf kepada Anita dkk.
Naomi             : “Guys, maafin gue yaa! Kita masih bias temenan kan?”
Laura                : “iya, kita masih bisa temenan kok. Iya kan nit?”
Anita               : “Iya dong. Kamu kan emang bagian dari kita.”
Naomi             : “jadi kita sekarang temenan yaa. Maafin gue yang udah sombong banget sama kalian.”
Risa                  : “Iya gapapa. Kita kan memang udah di takdirin untuk sama-sama.”
Simple Girl       : “hahahahhaahha”
Ya beginilah akhirnya. Semua bersatu menjadi satu kesatuan dalam kedamaian tanpa dendan dan tekanan antara satu sama lainnya.   
-----THE END----- 

“thanks for read it”