Ketergantungan?
Iya...
Sikap yang selalu dilakukan rutin dan terus menerus itu membuat candu.
Otak sangat merespon baik untuk itu.
Ketika kau terbiasa berangkat sekolah setiap hari dengan segala aktifitasnya, maka kau akan merasa seperti ada kekosongan ketika kau telah menerima sebuah kertas yang bertuliskan kata "LULUS" dan kemudian kau merindu.
Sebuah contoh sedehana, kau mungkin akan berkata itu tak akan lama karena akan digantikan dengan hal baru yang akan datang. Oke mungkin ini tidak fatal.
Lantas bagaimana jika ini terjadi pada hatimu? Tak peduli kau lelaki ataupun perempuan, ketika kau memutuskan untuk memberi respon baik seolah membuka hati kepada mereka meski kau tau sebenarnya itu berbahaya, tandanya kau siap akan sebuah kekosongan yang bisa datang kapan saja.
Iya, saat kau terbiasa pergi dan pulang ditemani oleh seseorang yang sama, yang kau kenal, teman lelaki/perempuanmu, nanti akan ada tiba saat dimana ia tak lagi melakukan itu dikarenakan banyak alasan diluar sana yang memungkinkan 'tuk terjadi, apa yang akan kau rasakan? Biasa Saja? Tidak mungkin, jika kau telah menautkan hati disana.
Kau yang sudah terlanjur terbiasa dengan hal itu, kemudian memutuskan untuk hijrah dan melepaskan segala aktifitas yang menurutmu membuat candu, maka hal pertama yang akan kau rasakan adalah hampa. Kekosongan yang akan muncul, rasa hampa menghampiri dan diam-diam menusukmu yang mungkin inilah yang dinamakan rindu. Rindu yang tak seharusnya ada. Rindu yang hadir karena kau sendiri yang mengundangnya.
Itu wajar, karena kau menghentikan aktifitas yang biasa kau lakukan setiap harinya. Chatting, telepon, atau bahkan jalan-jalan yang berkedok belajar bersama, ntahlah apapun itu. Tapi, disebalik ini semua, tentunya kau akan menjadi lebih kuat. Kau juga mampu untuk memilah mana yang baik untukmu. Kau akan lebih terlatih dan berhati-hati sehingga tidak terjatuh di lubang yang sama.
Jangan lupa kau libatkan Tuhan untuk ini semua. Kau punya keluarga dan sahabat yang sayang padamu, jangan biarkan kehampaanmu berlarut lama.....
--HANA
(((Aku menulis ini bukan karena aku sudah baik ataupun yang
terbaik, sama aku pun sedang berusaha berproses untuk menjadi baik.)))

Tidak ada komentar:
Posting Komentar